Breaking News

23 Oktober 2026

Filosofi Logo HB Hanapi Bani: Makna Warna, Simbol, dan Slogan

 

hanapibani.com

السلام عليكم و رحمة الله و بركاته

بسم الله و الحمد لله
اللهم صل و سلم على سيدنا محمد و على أله
 و صحبه أجمعين

Salam Sahabat Hanapi Bani.

💥💥💥💥💥💥💥💥💥💥💥💥💥💥

Setiap identitas memiliki cerita, setiap simbol memiliki makna, dan setiap karya memiliki tujuan. Begitu pula dengan logo HB — Hanapi Bani, sebuah identitas visual yang dirancang untuk merepresentasikan semangat berbagi informasi, mengembangkan pengetahuan, dan menghadirkan manfaat bagi masyarakat.

Logo bukan sekadar gambar atau hiasan yang ditempelkan pada website, media sosial, maupun materi publikasi. Lebih dari itu, logo merupakan representasi nilai, karakter, visi, dan komitmen yang ingin dibangun secara konsisten.

Melalui perpaduan huruf H dan B, warna hijau dan emas, serta motif buku terbuka yang berpadu dengan unsur daun, logo Hanapi Bani membawa filosofi tentang pendidikan, pertumbuhan, profesionalisme, dan kebermanfaatan.

Lantas, apa makna di balik logo HB Hanapi Bani yang menjadi identitas www.hanapibani.com? Mari kita mengenalnya lebih dekat.

1. Logo HB: Identitas Hanapi Bani

Logo HB merupakan monogram yang dibentuk dari inisial nama Hanapi Bani. Huruf H dan B dipadukan menjadi simbol yang tegas, modern, dan mudah dikenali.

Huruf H merepresentasikan nama Hanapi, sedangkan huruf B merepresentasikan nama Bani. Keduanya disatukan dalam sebuah identitas visual yang menggambarkan keterpaduan antara pribadi, karya, dan kontribusi bagi dunia pendidikan.

Secara filosofis, HB juga dapat dimaknai sebagai semangat untuk terus belajar, berkarya, dan berbagi. Makna ini selaras dengan aktivitas Hanapi Bani dalam menyebarluaskan informasi pendidikan, menyediakan referensi pembelajaran, serta mendukung guru dan tenaga kependidikan dalam menjalankan tugasnya.

Dengan bentuk yang ringkas dan kuat, logo HB diharapkan mudah diingat dan dapat digunakan secara konsisten pada website, media sosial, artikel, materi pembelajaran, serta berbagai publikasi Hanapi Bani.

2. Warna Hijau: Ilmu Pengetahuan dan Pertumbuhan

Warna hijau menjadi salah satu unsur utama dalam logo Hanapi Bani.

Hijau secara simbolis melambangkan pertumbuhan, harapan, kesejukan, dan kehidupan. Dalam konteks pendidikan, warna ini menggambarkan ilmu pengetahuan yang terus berkembang serta semangat untuk memperbaiki diri sepanjang hayat.

Warna hijau juga memiliki kedekatan dengan identitas pendidikan Islam dan madrasah, yang menjadi salah satu bidang perhatian Hanapi Bani.

Filosofi hijau mengingatkan kita bahwa ilmu tidak berhenti pada apa yang telah diketahui hari ini. Ilmu perlu terus dipelajari, dikembangkan, diamalkan, dan dibagikan agar manfaatnya dapat dirasakan oleh lebih banyak orang.

Hijau adalah simbol pertumbuhan: terus belajar, terus berkembang, dan terus memberikan manfaat.

3. Warna Emas: Kualitas, Prestasi, dan Cita-Cita

Warna emas melengkapi warna hijau dalam logo HB.

Emas melambangkan nilai, kualitas, keunggulan, dan cita-cita untuk menghasilkan karya yang bermutu. Warna ini merepresentasikan harapan agar setiap informasi, panduan, dan materi yang dibagikan Hanapi Bani memiliki nilai guna bagi pembacanya.

Dalam dunia pendidikan, kualitas bukan hanya tentang pencapaian atau penghargaan. Kualitas juga tercermin dari ketepatan informasi, kesungguhan dalam bekerja, kemauan untuk terus belajar, serta kemampuan memberikan solusi atas kebutuhan masyarakat.

Perpaduan hijau dan emas menjadi simbol keseimbangan antara proses pertumbuhan dan cita-cita mencapai hasil terbaik.

Hijau mengingatkan kita untuk terus bertumbuh, sedangkan emas mengingatkan kita untuk terus meningkatkan kualitas.

4. Motif Buku Terbuka: Jendela Ilmu Pengetahuan

Salah satu unsur penting dalam logo HB adalah bentuk yang menyerupai buku terbuka.

Buku merupakan simbol ilmu pengetahuan, pembelajaran, literasi, dan keterbukaan terhadap wawasan baru. Dalam identitas Hanapi Bani, buku terbuka menggambarkan komitmen untuk menyediakan informasi yang dapat dipelajari, dipahami, dan dimanfaatkan oleh masyarakat.

Buku terbuka juga menyiratkan bahwa ilmu pengetahuan sebaiknya tidak disimpan untuk diri sendiri. Ilmu akan semakin bermakna ketika dibagikan dan digunakan untuk membantu orang lain.

Filosofi ini sejalan dengan kehadiran www.hanapibani.com sebagai media berbagi informasi pendidikan, administrasi guru, madrasah, perangkat pembelajaran, asesmen, pelatihan, serta berbagai referensi yang relevan dengan kebutuhan pendidik.

Buku yang terbuka menjadi pengingat bahwa kesempatan belajar selalu tersedia bagi siapa pun yang bersedia membuka diri terhadap pengetahuan.

5. Unsur Daun: Tumbuh, Berkembang, dan Memberi Manfaat

Motif daun yang menyatu dengan bentuk monogram HB memperkuat makna pertumbuhan dalam logo Hanapi Bani.

Daun merupakan simbol kehidupan, kesegaran, perkembangan, dan keberlanjutan. Sebagaimana tanaman membutuhkan perawatan agar dapat tumbuh dengan baik, pengetahuan juga membutuhkan proses belajar, pengalaman, dan pengamalan agar menghasilkan manfaat.

Unsur daun dapat dimaknai sebagai harapan agar setiap informasi yang dibagikan menjadi benih pengetahuan yang tumbuh dalam kehidupan pembacanya.

Satu informasi dapat membantu seorang guru menyelesaikan administrasi. Satu panduan dapat memudahkan operator madrasah dalam bekerja. Satu materi pembelajaran dapat membantu siswa memahami pelajaran dengan lebih baik.

Dari hal-hal sederhana tersebut, manfaat dapat berkembang dan menjangkau lebih banyak orang.

Ilmu adalah benih, berbagi adalah proses menanam, dan manfaat adalah buah yang diharapkan tumbuh darinya.

6. Perpaduan Huruf H dan B: Kesatuan Identitas dan Karya

Penyatuan huruf H dan B dalam satu simbol menggambarkan keterpaduan identitas Hanapi Bani dengan karya yang dihasilkan.

Logo ini bukan hanya penanda nama, tetapi juga dapat menjadi simbol komitmen terhadap konsistensi, profesionalisme, dan tanggung jawab dalam berbagi informasi.

Bentuk huruf yang tegas memberikan kesan kuat dan percaya diri. Sementara itu, perpaduan unsur geometris dengan motif buku dan daun menghadirkan keseimbangan antara ketegasan, pengetahuan, dan pertumbuhan.

Filosofi ini menegaskan bahwa perkembangan teknologi dan informasi harus tetap disertai tanggung jawab, ketelitian, dan orientasi pada manfaat.

Dalam setiap publikasi, identitas HB diharapkan mengingatkan pembaca pada semangat untuk belajar, berkarya, dan berkontribusi bagi kemajuan pendidikan.

7. Warna Putih: Ketulusan dan Keterbukaan

Latar putih yang digunakan dalam penyajian logo memberikan kesan bersih, sederhana, dan profesional.

Secara filosofis, putih dapat dimaknai sebagai ketulusan niat, keterbukaan terhadap pengetahuan, dan kesediaan untuk terus memperbaiki diri.

Kesederhanaan ini juga mengingatkan bahwa nilai sebuah karya tidak semata-mata ditentukan oleh tampilannya, melainkan oleh isi, kualitas, dan manfaat yang diberikannya.

Dalam konteks Hanapi Bani, keterbukaan berarti berusaha menyajikan informasi dengan bahasa yang mudah dipahami, membantu pembaca menemukan referensi yang dibutuhkan, serta mendukung budaya belajar dan berbagi pengetahuan.

8. Slogan “Berbagi Informasi, Meraih Manfaat”

Logo HB dilengkapi slogan:

“Berbagi Informasi, Meraih Manfaat.”

Slogan ini merupakan inti dari semangat yang ingin dibangun oleh Hanapi Bani.

Berbagi Informasi

Berbagi informasi berarti menghadirkan pengetahuan, panduan, dan referensi yang dapat membantu orang lain. Informasi yang bermanfaat dapat menjadi jembatan antara kebutuhan masyarakat dan solusi yang mereka perlukan.

Melalui www.hanapibani.com dan berbagai kanal media sosial, Hanapi Bani berupaya berbagi informasi seputar pendidikan, madrasah, administrasi guru, perangkat pembelajaran, asesmen, pelatihan, dan perkembangan teknologi pendidikan.

Meraih Manfaat

Meraih manfaat berarti menjadikan informasi sebagai sesuatu yang bernilai dalam kehidupan nyata.

Informasi tidak cukup hanya dibaca atau dibagikan. Informasi yang baik diharapkan dapat dipahami, diterapkan, dan membantu meningkatkan pengetahuan, keterampilan, serta kualitas pekerjaan.

Kata meraih juga menyiratkan sebuah proses. Manfaat diperoleh melalui kemauan untuk belajar, berusaha, bekerja sama, dan menerapkan pengetahuan secara tepat.

Dengan demikian, slogan ini mengandung pesan bahwa berbagi informasi merupakan langkah awal, sedangkan manfaat nyata merupakan tujuan yang hendak dicapai.

9. Logo HB sebagai Identitas Digital Hanapi Bani

Logo HB dirancang untuk menjadi identitas yang dapat digunakan pada berbagai media, antara lain:

  • Website resmi www.hanapibani.com.

  • Saluran dan grup WhatsApp Hanapi Bani.

  • Telegram dan berbagai media sosial.

  • Gambar sampul artikel dan thumbnail publikasi.

  • Materi pembelajaran, modul, presentasi, dan infografis.

  • Profil, dokumen, serta materi promosi kegiatan pendidikan.

10. Komitmen Hanapi Bani: Belajar, Berkarya, dan Berbagi

Pada akhirnya, makna sebuah logo tidak hanya ditentukan oleh bentuk dan warnanya, tetapi juga oleh nilai yang diwujudkan melalui tindakan nyata.

Logo HB menjadi pengingat akan pentingnya menjaga kualitas informasi, terus mengembangkan pengetahuan, memanfaatkan teknologi secara bijak, serta membangun budaya berbagi yang positif.

Bagi dunia pendidikan, berbagi informasi dapat menjadi bentuk kontribusi sederhana yang membawa dampak luas. Panduan yang dibagikan hari ini mungkin membantu seorang guru di tempat lain. Materi yang disusun saat ini mungkin memudahkan pembelajaran siswa pada kesempatan berikutnya.

Itulah semangat yang ingin direpresentasikan oleh Hanapi Bani: menghadirkan informasi yang bermanfaat, mengembangkan karya yang berkualitas, dan membuka ruang belajar bagi sebanyak mungkin orang.

Penutup

Logo HB — Hanapi Bani merupakan identitas visual yang memadukan simbol nama, warna hijau dan emas, serta motif buku terbuka dan daun dalam satu kesatuan makna.

Huruf HB merepresentasikan identitas Hanapi Bani. Hijau melambangkan pertumbuhan dan ilmu pengetahuan. Emas mencerminkan kualitas dan cita-cita. Buku terbuka menggambarkan keterbukaan terhadap ilmu, sedangkan daun menyimbolkan perkembangan dan kebermanfaatan.

Semua unsur tersebut berpadu dalam slogan “Berbagi Informasi, Meraih Manfaat.”

Semoga identitas ini menjadi pengingat untuk terus belajar, berkarya, berbagi, dan menghadirkan manfaat bagi dunia pendidikan, khususnya pendidikan Islam dan madrasah di Indonesia.

Terima kasih kepada seluruh Sahabat Hanapi Bani yang telah mendukung perjalanan berbagi informasi dan pengetahuan ini. Semoga setiap ilmu yang dibagikan menjadi kebaikan yang terus berkembang dan memberikan manfaat bagi sesama.

Hanapi Bani — Berbagi Informasi, Meraih Manfaat.

Salam Sahabat Hanapi Bani.

Hanapi Bani, S.Pd.I., M.Pd.
Admin www.hanapibani.com

Demikian yang dapat kami bagikan terkait "Filosofi Logo HB Hanapi Bani: Makna Warna, Simbol, dan Slogan", semoga bermanfa'at.

Terimakasih atas kunjungannya, mohon doa' agar kami sekeluarga diberikan kesehatan dan blog ini terus berkembang serta berguna bagi semua orang.
Memberi manfa'at baik di dunia maupun di akhirat.

Untuk mendapatkan pemberitahuan langsung mengenai artikel terbaru di facebook dari website ini silakan klik suka pada halaman kami HANAPI BANI

atau gabung Group kami;

Youtube ;(Klik DISINI)
Instagram ; (Klik DISINI)
Saluran WA: (Klik DISINI)
Group diskusi WA 1 ; (
Klik DISINI)
Group diskusi WA 2 ; (Klik DISINI)
Group diskusi WA 3 ; (Klik DISINI)
Group diskusi WA 4 ; (Klik DISINI)

Group diskusi WA 5 ; (Klik DISINI)
Group diskusi WA 6 ; (Klik DISINI)
Group diskusi WA 7 ; (Klik DISINI)
Group diskusi WA 8 ; (Klik DISINI)
Group diskusi WA 9 ; (Klik DISINI)
Group diskusi WA 10 ; (Klik DISINI)
Group diskusi WA 11 ; (Klik DISINI)
Group diskusi WA 12 ; (Klik DISINI)
Group diskusi WA 13 ; (Klik DISINI)
Group diskusi WA 14 ; (Klik DISINI)
Group diskusi WA 15 ; (Klik DISINI)
Group diskusi WA 16 ; (Klik DISINI)
Komunitas WA #1 ;(Klik DISINI)
Komunitas WA #2 ;(Klik DISINI)
Telegram ; (Klik DISINI)
Bip ; (Klik DISINI)
Halaman FB
(Klik DISINI)

و صلى  الله على سيدنا محمد و على أله
 و صحبه و سلم أجمعين
ثم السلام عليكم و رحمة الله و بركاته

Protected by Copyscape ", 

Baca selengkapnya ...

Khutbah Jumat: Beriman kepada Takdir Allah Ta’ala


Naskah khutbah Jumat ini membahas salah satu bagian penting dalam Islam: beriman kepada takdir Allah. Dalam pembahasan rukun iman yang keenam ini, juga diurai tentang perbedaan antara kehendak Allah dan perintah Allah, izin Allah dan ridha Allah.

Teks khutbah Jumat berikut ini berjudul "Khutbah Jumat: Beriman kepada Takdir Allah Ta’ala". Untuk mencetak naskah khutbah Jumat ini, silakan klik ikon download berwarna merah di bagian bawah artikel ini. Semoga bermanfaat!
 

Khutbah I

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ وَفَّقَ مَنْ شَاءَ مِنْ خَلْقِهِ بِفَضْلِهِ وَكَرَمِهِ، وَخَذَلَ مَنْ شَاءَ مِنْ خَلْقِهِ بِمَشِيْئَتِهِ وَعَدْلِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، وَصَفِيُّهُ وَحَبِيْبُهُ. اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمَ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدِ  ࣙ بْنِ عَبْدِ اللهِ، وَعَلَى اٰلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ وَالَاهُ، وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ، وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ 

أَمَّا بَعْدُ، فَإِنِّي أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ الْقَائِلِ فِيْ مُحْكَمِ كِتَابِهِ: اِنَّ الْمُجْرِمِيْنَ فِيْ ضَلٰلٍ وَّسُعُرٍۘ. يَوْمَ يُسْحَبُوْنَ فِى النَّارِ عَلٰى وُجُوْهِهِمْۗ ذُوْقُوْا مَسَّ سَقَرَ. اِنَّا كُلَّ شَيْءٍ خَلَقْنٰهُ بِقَدَرٍ (القمر: ٤٧-٤٩)

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,

Mengawali khutbah pada siang hari yang penuh keberkahan ini, khatib berwasiat kepada kita semua terutama kepada diri khatib pribadi untuk senantiasa berusaha meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah subhanahu wata’ala dengan melakukan semua kewajiban dan meninggalkan seluruh yang diharamkan.

Hadirin jamaah shalat Jumat rahimakumullah,

Khutbah pada siang hari ini mengambil tema “Beriman kepada Takdir Allah Ta’ala”.

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,

Al Hafizh Abu Nu’aim dalam Tarikh Ashbahan meriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: “Orang-orang Musyrikin Quraisy mendatangi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam untuk menentang Rasulullah dalam masalah qadar (takdir). Kemudian turunlah ayat-ayat yang kami baca di atas yang maknanya:

“Sesungguhnya orang-orang kafir berada dalam kesesatan (di dunia) dan dalam neraka. (Ingatlah) pada hari mereka diseret ke neraka atas muka mereka. (Dikatakan kepada mereka): “Rasakanlah sentuhan api neraka!” Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu dengan qadar (yang telah ditetapkan)” (QS al-Qamar: 47-49)

Salah satu prinsip keyakinan kaum Muslimin adalah beriman kepada qadar (takdir) Allah subhanahu wata’ala. Ketika ditanya tentang iman, jawaban Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam di antaranya adalah:

وَبِالْقَدَرِ خَيْرِهِ وَشَرِّهِ (رواه مسلم)

Makna hadits ini, engkau beriman bahwa segala sesuatu yang masuk ke dalam keberadaan (seluruh makhluk yang diciptakan Allah), yang baik dan yang buruk, semuanya terjadi dengan takdir Allah yang azali (tidak bermula). Jadi, ketaatan dan kemaksiatan yang muncul dari makhluk dan dilakukannya, masing-masing terjadi karena diciptakan, diwujudkan, diketahui dan dikehendaki oleh Allah. Ini tidak berarti bahwa Allah meridhai keburukan. Juga tidak berarti bahwa Allah memerintahkan perbuatan maksiat. Melainkan perbuatan hamba yang baik itu terjadi dengan takdir, cinta, dan ridha Allah. Sedangkan perbuatan hamba yang buruk terjadi dengan takdir Allah, tapi tidak Ia cintai dan tidak Ia ridhai. Imam Abu Hanifah radliyallahu ‘anhu yang merupakan salah seorang ulama salaf menegaskan dalam al-Fiqh al-Akbar:

وَالطَّاعَةُ كُلُّهَا مَا كَانَتْ وَاجِبَةً بِأَمْرِ اللهِ تَعَالَى وَمَحَبَّتِهِ وَبِرِضَائِهِ وَعِلْمِهِ وَمَشِيْئَتِهِ وَقَضَائِهِ وَتَقْدِيْرِهِ وَالْمَعَاصِي كُلُّهَا بِعِلْمِهِ وَقَضَائِهِ وَتَقْدِيْرِهِ وَمَشِيْئَتِهِ لَا بِمَحَبَّتِهِ وَلَا بِرِضَائِهِ وَلَا بِأَمْرِهِ

“Kewajiban-kewajiban seluruhnya terjadi dengan perintah Allah, cinta, ridha, ilmu, kehendak, qadla’ dan takdir-Nya, sedangkan maksiat-maksiat seluruhnya terjadi dengan ilmu, qadla’, takdir dan kehendak Allah, bukan dengan kecintaan Allah, bukan dengan ridha Allah dan bukan dengan perintah-Nya.”

Jadi ada perbedaan antara kehendak dan perintah Allah. Allah tidak pernah memerintahkan kekufuran dan perbuatan-perbuatan maksiat, akan tetapi kekufuran orang-orang kafir dan kemaksiatan para pelaku maksiat tidak mungkin satu pun terjadi seandainya Allah tidak menghendaki terjadinya. Seandainya terjadi sesuatu yang tidak Allah kehendaki, hal itu menunjukkan bahwa Allah lemah dan kalah. Padahal sifat lemah bagi Allah adalah mustahil. Karena Allah ta’ala Mahakuasa dan Maha Berkehendak, maka kehendak-Nya pasti terjadi.

Oleh karena itu, keimanan, ketaatan, kekufuran dan perbuatan-perbuatan maksiat, semua itu terjadi dengan kehendak Allah dan takdir-Nya. Seandainya Allah tidak menghendaki terjadinya kemaksiatan para pelaku maksiat, kekufuran orang-orang yang kafir, keimanan orang-orang yang beriman dan ketaatan orang-orang yang taat, niscaya Allah tidak akan menciptakan surga dan neraka. Seseorang tidak boleh mengatakan, jika perbuatan maksiat terjadi dengan kehendak Allah lalu kenapa Allah menyiksa hamba yang melakukan maksiat. Karena Allah ta’ala tidak dipertanyakan kepada-Nya tentang apa yang diperbuat-Nya (QS al-Anbiya’: 23). Jika Allah ta’ala menyiksa pelaku maksiat, maka itu terjadi dengan keadilan-Nya tanpa kezaliman. Dan jika Allah memberi pahala kepada orang yang taat, maka hal itu dengan kemurahan-Nya, bukan kewajiban bagi-Nya. Yang demikian itu dikarenakan kezaliman hanya mungkin terjadi dari seseorang yang memiliki “atasan” yang berhak memerintah dan melarangnya. Padahal tidak ada sesuatu apapun yang menjadi atasan yang memerintah dan melarang Allah. Maka Allah berhak berbuat terhadap apa yang dikuasai-Nya sesuai dengan kehendak-Nya karena Allah-lah pencipta dan pemilik segala sesuatu. Baginda Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

إنَّ اللهَ لَوْ عَذَّبَ أَهْلَ أرْضِهِ وسَموَاتِهِ لَعَذَّبَهُمْ وَهُوَ غَيْرُ ظَالِمٍ لَهُمْ وَلَوْ رَحِمَهُمْ كَانَتْ رَحْمَتُهُ خَيْرًا لَهُمْ مِنْ أَعْمَالِهِمْ، وَلَوْ أَنْفَقْتَ مِثْلَ أُحُدٍ ذَهَبًا فِي سَبِيْلِ اللهِ مَا قَبِلَهُ اللهُ مِنْكَ حَتَّى تُؤْمِنَ بِالْقَدَرِ، وتَعْلَمَ أنَّ مَا أَصَابَكَ لَمْ يَكُنْ لِيُخْطِئَكَ وَمَا أَخْطَأَكَ لَمْ يَكُنْ لِيُصِيْبَكَ وَلَوْ مِتَّ عَلَى غَيْرِ هَذَا دَخَلْتَ النَّارَ (رواه أبو دود وابن حبان وغيرهما)

Maknanya: “Sungguh, seandainya Allah menyiksa penduduk langit dan penduduk bumi, niscaya Allah akan menyiksa mereka tanpa Ia berlaku zalim kepada mereka (dengan penyiksaan tersebut), dan seandainya Allah merahmati mereka (tidak menyiksa mereka), maka sungguh rahmat Allah itu lebih baik bagi mereka dari amal perbuatan mereka. Dan seandainya engkau berinfak emas seberat gunung Uhud di jalan Allah, maka Allah tidak menerimanya darimu sampai engkau beriman kepada takdir dan engkau mengetahui bahwa apa yang (ditakdirkan) menimpamu tidak akan pernah meleset darimu, dan apa yang (ditakdirkan) tidak menimpamu maka ia tidak akan pernah menimpamu, dan jika engkau mati tidak dalam keyakinan ini, maka engkau akan masuk neraka.” (HR Abu Dawud, Ibnu Hibban dan lain-lain)

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,

Para ulama Ahlussunnah wal Jama'ah menyatakan bahwa tidak ada satu pun yang terjadi di alam ini kecuali dengan kehendak Allah. Seorang hamba tidak akan mengalami atau ditimpa kebaikan, keburukan, kesehatan, sakit, kefakiran, kekayaan dan lainnya kecuali dengan kehendak Allah ta’ala. Demikian pula apapun yang Allah takdirkan dan Allah kehendaki pada diri hamba, maka hal itu tidak akan pernah meleset darinya. Abu Dawud dalam Sunannya meriwayatkan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mengajarkan kepada salah seorang putrinya:

مَا شَاءَ اللهُ كَانَ وَمَا لَمْ يَشَأْ لَمْ يَكُنْ (رواه أبو دود)

Maknanya: “Apapun yang Allah kehendaki ada atau terjadi, pasti akan ada dan terjadi, dan apapun yang tidak Allah kehendaki ada atau terjadi, pasti tidak akan ada dan tidak akan terjadi” (HR Abu Dawud)

Jamaah shalat Jumat yang berbahagia,

Apa yang dipaparkan di atas tidak berarti bahwa para hamba tidak memiliki kehendak sama sekali sebagaimana dikatakan golongan Jabriyyah. Jabriyyah mengatakan bahwa hamba itu seperti bulu di udara yang tidak memiliki ikhtiar sama sekali. Keyakinan seperti ini adalah pendustaan terhadap agama. Allah ta’ala berfirman:

وَمَا تَشَاۤءُوْنَ اِلَّآ اَنْ يَّشَاۤءَ اللّٰهُ رَبُّ الْعٰلَمِيْنَ (التكوير: ٢٩)

Maknanya: “Dan kamu tidak dapat menghendaki (menempuh jalan itu) kecuali apabila dikehendaki Allah, Tuhan semesta alam.” (QS at-Takwir: 29)

Artinya, Allah menetapkan adanya kehendak pada diri hamba akan tetapi kehendak hamba itu di bawah kehendak Allah ta’ala. Bukan kehendak hamba mengalahkan kehendak Allah seperti yang dikatakan oleh golongan Qadariyyah. Mereka mengatakan bahwa Allah menghendaki kebaikan untuk semua hamba, akan tetapi sebagian hamba berbuat maksiat dan mengalahkan kehendak Allah secara paksa. Dengan keyakinan ini, mereka telah menjadikan Allah kalah dan lemah. Keyakinan yang benar tiada lain adalah bahwa para hamba memiliki kehendak dan ikhtiar, akan tetapi kehendak mereka di bawah kehendak Allah. Jadi tidak ada satu pun yang mampu melakukan apa yang tidak Allah kehendaki terjadi sebagaimana hal ini ditunjukkan oleh firman Allah dalam surat at-Takwir ayat 29 di atas.

Ayat tersebut membantah golongan Jabriyyah yang menafikan kehendak dan ikhtiar dari para hamba sama sekali. Ayat tersebut juga membantah golongan Qadariyyah yang mengatakan bahwa Allah menghendaki seluruh hamba untuk menjadi Mukmin yang bertakwa, termasuk Iblis dan Fir’aun. Akan tetapi Iblis, Fir’aun dan orang-orang kafir itu membatalkan kehendak Allah dan mengalahkannya. Dengan keyakinan ini, mereka telah menjadikan Allah kalah. Padahal Allah ta’ala adalah Dzat yang selalu mengalahkan tanpa terkalahkan sebagaimana firman-Nya:

وَاللّٰهُ غَالِبٌ عَلٰٓى اَمْرِهٖ (يوسف: 21)

Maknanya: “ .... dan Allah berkuasa mewujudkan kehendak-Nya.... ” (QS Yusuf: 21)

Juga sebagaimana firman Allah yang lain:

وَلَوْ شِئْنَا لَاٰتَيْنَا كُلَّ نَفْسٍ هُدٰىهَا وَلٰكِنْ حَقَّ الْقَوْلُ مِنِّيْ لَاَمْلَـَٔنَّ جَهَنَّمَ مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ اَجْمَعِيْنَ (السجدة: 13)

Maknanya: “Dan kalau Kami menghendaki niscaya Kami akan berikan kepada tiap-tiap jiwa petunjuk, akan tetapi telah menjadi ketetapan-Ku: Sesungguhnya akan aku penuhi neraka Jahannam itu dengan jin dan manusia bersama-sama” (QS as Sajdah: 13)

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bahkan telah memberitakan tentang golongan Qadariyyah ini sebelum kemunculan mereka dan memperingatkan kaum Muslimin agar tidak mengikuti keyakinan mereka serta menjelaskan bahwa mereka bukanlah bagian dari umat Islam. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

صِنْفَانِ مِنْ أُمَّتِيْ لَيْسَ لَهُمَا نَصِيْبٌ فِي اْلإِسْلَامِ الْقَدَرِيَّةُ وَالْـمُرْجِئَةُ (رواه البَيْهَقِيُّ في كِتَابِ الْقَدَرِ)

Maknanya: “Ada dua golongan di antara umatku yang tidak mempunyai bagian dari Islam sama sekali, yaitu golongan Qadariyyah dan Murji’ah” (HR al-Baihaqi dalam kitab al-Qadar)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam juga bersabda:

لِكُلِّ أُمَّةٍ مَجُوْسٌ وَمَجُوْسُ هَذِهِ اْلأُمَّةِ الَّذِيْنَ يَقُوْلُوْنَ لَا قَدَرَ (رواه أبو داودَ في سُنَنِهِ)

Maknanya: “Bagi setiap ummat ada majusinya dan majusi ummat ini adalah orang-orang yang mengatakan tidak ada takdir” (HR Abu Dawud)

Imam an-Nawawi dalam karyanya Raudhah ath-Thalibin, bab ar-Riddah, menegaskan bahwa orang yang mengatakan dirinya berbuat sesuatu tanpa takdir Allah maka ia telah kafir kepada Allah.

Terakhir, kami sampaikan apa yang ditegaskan oleh Sayyidina ‘Ali radhiyallahu ‘anhu wakarrama wajhahu sebagaimana diriwayatkan Imam al-Baihaqi:

إنَّ أحَدَكُمْ لَنْ يَخْلُصَ اْلإِيْمَانُ إِلَى قَلْبِهِ حَتَّى يَسْتَيْقِنَ يَقِينًا غَيْرَ شَكٍّ أنَّ مَا أَصَابَهُ لَمْ يَكُنْ لِيُخطِئَهُ وَمَا أَخْطَأَهُ لَمْ يَكُنْ لِيُصِيْبَهُ، ويُقِرَّ بِالْقَدَرِ كُلِّهِ (رواه البَيْهَقِيُّ في كِتَابِ الْقَدَرِ)

“Sesungguhnya salah seorang di antara kalian, iman tidak akan masuk ke hatinya (dan bersih dari syirik), hingga ia meyakini dengan keyakinan tanpa keraguan sedikit pun bahwa apa yang (ditakdirkan) menimpanya tidak akan meleset darinya dan apa yang tidak (ditakdirkan) menimpanya tidak akan pernah bisa menimpanya, dan menetapkan takdir keseluruhannya.” (Diriwayatkan al-Baihaqi dalam kitab al-Qadar)

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,

Demikian khutbah singkat pada siang hari yang penuh keberkahan ini. Semoga bermanfaat dan membawa barakah bagi kita semua. Amin. 

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ. وَالْعَصْرِ (١) إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ (٢) إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ (٣)

بَارَكَ الله لِي وَلَكُمْ بِاْلقُرْآنِ اْلعَظِيْمِ وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَةِ وَذِكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا فَأَسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيْمَ، إِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْم

Khutbah II

اَلْحَمْدُ للهِ وَكَفَى، وَأُصَلِّيْ وَأُسَلِّمُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الْمُصْطَفَى، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَهْلِ الْوَفَا. أَشْهَدُ أَنْ لَّا إلهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ 

أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ عَظِيْمٍ، أَمَرَكُمْ بِالصَّلَاةِ وَالسَّلَامِ عَلَى نَبِيِّهِ الْكَرِيْمِ فَقَالَ: إِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا، اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ، فِيْ الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ والْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، اللهم ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ وَالْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالْفَحْشَاءَ وَالْمُنْكَرَ وَالْبَغْيَ وَالسُّيُوْفَ الْمُخْتَلِفَةَ وَالشَّدَائِدَ وَالْمِحَنَ، مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، مِنْ بَلَدِنَا هَذَا خَاصَّةً وَمِنْ بُلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً، إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ 

عِبَادَ اللهِ، إنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى ويَنْهَى عَنِ الفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ.

Download Teks Khutbah Jumat: Beriman kepada Takdir Allah Ta’ala

Untuk mengunduh file khotbah diatas silakan klik dibawah ini;


Baju taqwa pria koko dengan harga Rp34.400. Dapatkan di Shopee sekarang! https://shope.ee/30MkeqKlft?share_channel_code=1

Demikian sedikit tulisan yang dapat kami sampaikan tentang "Khutbah Jumat: Jadikan Segala Aktivitas Bernilai Ibadah", semoga bermanfa'at. 

Terimakasih atas kunjungannya, mohon doa' agar kami sekeluarga diberikan kesehatan dan blog ini terus berkembang serta berguna bagi semua orang.
Memberi manfa'at baik di dunia maupun di akhirat.

Untuk mendapatkan pemberitahuan langsung mengenai artikel terbaru di facebook dari website ini silakan klik suka pada halaman kami  HANAPI BANI 

atau gabung Group kami;

Youtube ;(Klik DISINI)
Instagram ; (Klik DISINI)
Saluran WA: (Klik DISINI)
Group diskusi WA 1 ; (
Klik DISINI)
Group diskusi WA 2 ; (Klik DISINI)
Group diskusi WA 3 ; (Klik DISINI)
Group diskusi WA 4 ; (Klik DISINI)

Group diskusi WA 5 ; (Klik DISINI)
Group diskusi WA 6 ; (Klik DISINI)
Group diskusi WA 7 ; (Klik DISINI)
Group diskusi WA 8 ; (Klik DISINI)
Group diskusi WA 9 ; (Klik DISINI)
Group diskusi WA 10 ; (Klik DISINI)
Group diskusi WA 11 ; (Klik DISINI)
Group diskusi WA 12 ; (Klik DISINI)
Group diskusi WA 13 ; (Klik DISINI)
Group diskusi WA 14 ; (Klik DISINI)
Group diskusi WA 15 ; (Klik DISINI)
Group diskusi WA 16 ; (Klik DISINI)
Komunitas WA #1 ;(Klik DISINI)
Komunitas WA #2 ;(Klik DISINI)
Telegram ; (Klik DISINI)
Bip ; (Klik DISINI)
Halaman FB
(Klik DISINI)

و صلى  الله على سيدنا محمد و على أله
 و صحبه و سلم أجمعين
ثم السلام عليكم و رحمة الله و بركاته

Protected by Copyscape ", 

Baca selengkapnya ...

Translate

Artikel Terbaru

Filosofi Logo HB Hanapi Bani: Makna Warna, Simbol, dan Slogan

  السلام عليكم و رحمة الله و بركاته بسم الله و الحمد لله اللهم صل و سلم على سيدنا محمد و على أله  و صحبه أجمعين Salam Sahabat Hanapi Bani . ...

Powered by BeGeEm - Designed Template By HANAPI