Breaking News

13 Februari 2026

Surat Edaran Ketentuan Pembelajaran Sekolah dan Madrasah Selama Ramadan 1447 H/2026 M

 

hanapibani.com

السلام عليكم و رحمة الله و بركاته

بسم الله و الحمد لله
اللهم صل و سلم على سيدنا محمد و على أله
 و صحبه أجمعين

Salam Sahabat Hanapi Bani.

💥💥💥💥💥💥💥💥💥💥💥💥💥💥

Pembelajaran di Bulan Ramadan 1447 H/2026 M: Penyesuaian Resmi Sekolah dan Madrasah Berdasarkan Surat Edaran Bersama Tiga Menteri

Pemerintah kembali menegaskan komitmennya dalam menjaga keseimbangan antara pendidikan akademik dan pembentukan karakter spiritual melalui terbitnya Surat Edaran Bersama (SEB) tentang Pembelajaran di Bulan Ramadan Tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi. Edaran ini ditandatangani bersama oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Agama, dan Kementerian Dalam Negeri.

SEB ini ditujukan kepada Gubernur, Bupati/Wali Kota, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi, serta Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia sebagai pedoman resmi penyelenggaraan pembelajaran selama Ramadan hingga pasca-Idulfitri.


Landasan Filosofis dan Hukum

Penerbitan edaran ini merupakan bagian dari upaya mendukung Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden RI, khususnya dalam memperkuat pembangunan sumber daya manusia Indonesia yang sehat jasmani-rohani, berakhlak mulia, terampil, dan memiliki jiwa kebangsaan.

Secara yuridis, SEB ini berlandaskan berbagai regulasi penting, antara lain:

  • Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional

  • Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah

  • Peraturan Pemerintah tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan

  • Peraturan Presiden tentang Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Agama, serta Kementerian Dalam Negeri

  • Peraturan Menteri terkait Kurikulum PAUD, Pendidikan Dasar, dan Menengah

Landasan ini menegaskan bahwa kebijakan pembelajaran Ramadan bersifat nasional, mengikat, dan harus dilaksanakan secara terkoordinasi.


Skema dan Jadwal Pembelajaran Selama Ramadan 2026

SEB ini mengatur pembelajaran secara bertahap dan fleksibel, sebagai berikut:

1. Pembelajaran Mandiri (18–21 Februari 2026)

Pada tanggal tersebut, pembelajaran dilaksanakan secara mandiri di lingkungan keluarga, tempat ibadah, dan masyarakat. Penugasan berasal dari satuan pendidikan, namun tidak boleh memberatkan murid maupun orang tua.

Penugasan diharapkan:

  • Sederhana dan menyenangkan

  • Dapat dikerjakan bersama keluarga

  • Tidak menuntut biaya tambahan besar

  • Minim penggunaan gawai dan internet

Luaran pembelajaran dapat berupa jurnal Ramadan atau buku saku kegiatan.


2. Pembelajaran Tatap Muka Selama Ramadan (23 Februari–14 Maret 2026)

Kegiatan pembelajaran kembali berlangsung di sekolah/madrasah. Selain pembelajaran reguler, satuan pendidikan dianjurkan memperkuat kegiatan karakter dan keagamaan.

  • Murid Muslim: tadarus Al-Qur’an, pesantren kilat, kajian keislaman

  • Murid non-Muslim: bimbingan rohani sesuai agama dan kepercayaan masing-masing

Fokus utama fase ini adalah penguatan iman, takwa, akhlak mulia, kepemimpinan, dan kepedulian sosial.


3. Libur Bersama Idulfitri (16–20 dan 23–27 Maret 2026)

Selama libur Idulfitri, murid diharapkan:

  • Melaksanakan silaturahmi dengan keluarga

  • Membangun persaudaraan dan persatuan

  • Menguatkan nilai sosial di masyarakat

Kegiatan belajar di sekolah kembali aktif pada 30 Maret 2026.


Peran Strategis Pemerintah Daerah dan Kementerian Agama

SEB ini secara tegas meminta:

  • Pemerintah Daerah dan Kementerian Agama menyiapkan perencanaan pembelajaran Ramadan

  • Penyelarasan waktu dan kebijakan antar satuan pendidikan

  • Pengawasan agar kebijakan berjalan seragam dan tidak saling bertentangan


Tanggung Jawab Kepala Satuan Pendidikan

Kepala sekolah/madrasah diminta untuk:

  • Menyesuaikan aktivitas pembelajaran, termasuk mengurangi kegiatan fisik berat seperti PJOK

  • Mendorong guru menggunakan asesmen formatif

  • Memberikan perhatian khusus kepada anak berkebutuhan khusus dan murid berisiko tertinggal

  • Menjaga keamanan aset sekolah selama libur

  • Menyediakan kanal komunikasi dan pelaporan bagi orang tua


Peran Penting Orang Tua/Wali Murid

Orang tua memiliki peran kunci selama pembelajaran mandiri, dengan fokus pada:

  • Pendampingan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat

  • Penguatan literasi, numerasi, dan karakter

  • Pengaturan penggunaan gawai dan internet

  • Perlindungan anak dari kekerasan, eksploitasi, konten negatif, dan pernikahan usia dini

  • Pelibatan anak dalam kegiatan sosial dan keagamaan yang positif


Mekanisme Pelaporan

Pelaksanaan SEB ini wajib dilaporkan secara berjenjang:

  • Bupati/Wali Kota kepada Gubernur

  • Gubernur kepada Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah serta Menteri Dalam Negeri

  • Kantor Kemenag Kabupaten/Kota kepada Kanwil Kemenag Provinsi

  • Kanwil Kemenag Provinsi kepada Menteri Agama

Pelaporan ini bertujuan memastikan kebijakan berjalan efektif, terukur, dan berkelanjutan.


Penutup

Surat Edaran Bersama ini menegaskan bahwa bulan Ramadan bukanlah penghalang pembelajaran, melainkan momentum strategis untuk pendidikan karakter, spiritualitas, dan penguatan nilai sosial. Sinergi antara sekolah, madrasah, pemerintah, dan keluarga menjadi kunci utama keberhasilan implementasinya.


Download Surat Edaran Ketentuan Pembelajaran Sekolah dan Madrasah Selama Ramadan 1447 H/2026 M



Untuk mengunduh file diatas silakan klik dibawah ini:


Cek BUKU UTAMA Buku Kompeten TKA SD, SMP, SMA dengan harga Rp74.088. Dapatkan di Shopee sekarang! https://s.shopee.co.id/6KylSrZ9EL?share_channel_code=1

Demikian yang dapat kami bagikan terkait "Surat Edaran Ketentuan Pembelajaran Sekolah dan Madrasah Selama Ramadan 1447 H/2026 M"semoga bermanfa'at.

Terimakasih atas kunjungannya, mohon doa' agar kami sekeluarga diberikan kesehatan dan blog ini terus berkembang serta berguna bagi semua orang.
Memberi manfa'at baik di dunia maupun di akhirat.

Untuk mendapatkan pemberitahuan langsung mengenai artikel terbaru di facebook dari website ini silakan klik suka pada halaman kami HANAPI BANI

atau gabung Group kami;

Youtube ;(Klik DISINI)
WA 1 ; (Klik DISINI)
WA 2 ; (Klik DISINI)
WA 3 ; (Klik DISINI)
WA 4 ; (Klik DISINI)

WA 5 ; (Klik DISINI)
WA 6 ; (Klik DISINI)
WA 7 ; (Klik DISINI)
WA 8 ; (Klik DISINI)
WA 9 ; (Klik DISINI)
WA 10 ; (Klik DISINI)
WA 11 ; (Klik DISINI)
WA 12 ; (Klik DISINI)
WA 13 ; (Klik DISINI)
WA 14 ; (Klik DISINI)
WA 15 ; (Klik DISINI)
WA 16 ; (Klik DISINI)
Pengumuman WA #1 ;(Klik DISINI)
Pengumuman WA #2 ;(Klik DISINI)
Telegram ; (Klik DISINI)
Bip ; (Klik DISINI)
Halaman FB 
(Klik DISINI)

و صلى  الله على سيدنا محمد و على أله
 و صحبه و سلم أجمعين
ثم السلام عليكم و رحمة الله و بركاته

Protected by Copyscape 

Baca selengkapnya ...

CARA LAPOR SPT TAHUNAN DI CORETAX

 

hanapibani.com

hanapibani.com

السلام عليكم و رحمة الله و بركاته

بسم الله و الحمد لله
اللهم صل و سلم على سيدنا محمد و على أله
 و صحبه أجمعين

Salam Sahabat Hanapi Bani.

💥💥💥💥💥💥💥💥💥💥💥💥💥💥

📣CARA LAPOR SPT TAHUNAN DI CORETAX 📣

⛔ Jangan lupa, batas akhir pelaporan 31 Maret 2026 🗓️


Pelaporan SPT Tahunan Pajak Penghasilan Orang Pribadi merupakan kewajiban setiap Wajib Pajak yang harus dipenuhi tepat waktu sebagai bentuk kepatuhan kepada negara. Saat ini, Direktorat Jenderal Pajak telah menghadirkan sistem Coretax untuk memudahkan proses pelaporan SPT secara online, cepat, dan transparan.

⚠️ Perlu diperhatikan, batas akhir pelaporan **SPT Tahunan Tahun Pajak 2025 adalah 📅 31 Maret 2026. Keterlambatan pelaporan dapat berakibat sanksi administrasi sesuai ketentuan perpajakan yang berlaku.

Melalui panduan ini, hanapibani.com menyajikan langkah-langkah CARA LAPOR SPT TAHUNAN DI CORETAX secara praktis dan mudah dipahami, khususnya bagi Wajib Pajak Orang Pribadi seperti PNS, pegawai swasta, karyawan BUMN/BUMD, dan masyarakat umum, agar dapat melaporkan SPT dengan benar, lancar, dan tepat waktu.

Semoga panduan ini membantu dan menjadi solusi bagi Sahabat Hanapi Bani dalam menunaikan kewajiban perpajakan dengan tenang dan nyaman.

👉 Cara Lapor SPT di Coretax :

1. Kunjungi web coretax 💻

2. Masukan ID pengguna dengan NIK / NPWP 16 digit 🪪

3. Masukan kata sandi 🗝️

4. Pemilihan bahasa 🇮🇩

5. Masukan kode keamanan (Captcha) 😉

6. Klik login 🚪

7. Pilih Surat Pemberitahuan (SPT) pilih SPT - Buat Konsep SPT 📝

hanapibani.com

hanapibani.com


8. Pilih Jenis SPT " Pph orang Pribadi" 👩‍💼

hanapibani.com

9. Klik lanjut ➡️

10. Pilih jenis periode SPT " SPT Tahunan" 🗓️

11. Pilih periode dan tahun Pajak ( Januari 2025 - Desember 2025) 🗓️

hanapibani.com

12. Klik lanjut ➡️

13. Pilih Model SPT "Normal". Klik Buat Konsep SPT.

13. Maka Konsep SPT berhasil di buat ,kemudian klik lambang pensil untuk melakukan pengisian SPT 🗒️

hanapibani.com


MENU INDUK

Bagian Header " bagi WP OP karyawan seperti pegawai swasta, PNS, TNI/ Polri, karyawan BUMN, BUMD silahkan pilih sumber penghasilan " Pekerjaan" 👩🏼‍💻

Pilih metode Pembukuan " Pencatatan" 🚨

Lalu klik "posting SPT"

hanapibani.com


Tunggu sebentar 

Bagian A. Identitas Wajib Pajak sudah terisi secara otomatis oleh sistem, WP tinggal memilih status Kewajiban Perpajakan suami dan istri memilih Pisah harta (PH) atau Memilih Terpisah (MT), 

Saran saya sebaiknya kosongkan saja, ini saran dari perpajakan agar PTKP nya bisa dipilih/tidak terkunci.

Bagian B. Ikhtisar Penghasilan Neto

hanapibani.com


1.a. YA ✅

1.b.1. Tidak ❌

1.c. Tidak ❌

1.d. Tidak ❌

Bagian C. Perhitungan Pajak Terutang

hanapibani.com


2. Penghasilan neto terisi secara otomatis 🚨

3. Pilih Tidak ❌

4. Terisi oleh sistem 🚨

5. Pilih PTKP yang sesuai

6. Terisi oleh sistem 🚨

7. Terisi oleh sistem 🚨

8. Pilih Tidak ❌

9. Terisi Oleh sistem 🚨

Bagian D. Kredit Pajak

hanapibani.com


10.a. Pilih Ya ✅

10.b. tidak di isi

10.c. tidak di isi

10.d. Pilih Tidak ❌

Bagian E. Pph kurang/lebih bayar

hanapibani.com


10. a. Terisi oleh sistem 🚨

11.b. Terisi Oleh Sistem 🚨

11.c Terisi oleh sistem 🚨

Bagian F. Pembetulan

hanapibani.com

👉🏻Akan terisi jika status SPT Tahunan Pajak Kurang/lebih bayar

Bagian G. Permohonan Pengembalian Pph Lebih bayar.

hanapibani.com

👉🏻Akan terisi jika status SPT Tahunan Wajib Pajak Lebih bayar mengajukan pengembalian pph lebih bayar.

Bagian H. Angsuran Pph pasal 25 Tahun Pajak Berikutnya

hanapibani.com


13.a. pilih Tidak ❌

13.b. pilih Tidak ❌

13.c. Pilih Tidak ❌

Bagian I. Pernyataan Transaksi Lainnya

hanapibani.com

11. a. Isi lampiran bagian A lalu ke pertanyaan selanjutnya 📝

12. b. Pilih Tidak ❌

13. c. Pilih Tidak ❌

14. d. Pilih Tidak ❌

15. e. Terisi oleh sistem 🚨

16. f. Terisi oleh sistem 🚨

14.g. Pilih Tidak ❌

14.h. Terisi oleh sistem 🚨

Bagian J. Lampiran Tambahan a,b,c,d,e pilih Tidak ❌

hanapibani.com


MENU LAMPIRAN 1 (L-1) melengkapi data berikut :

A. harta pada akhir tahun *wajib di isi" 💶

    Harta pada akhir tahun terbagi kas, piutang, investasi, harta bergerak, harta tidak bergerak, harta lainnya (isi salahsatunya yang sekiranya sertifikatnya dimiliki atas nama sendiri)

B.Utang pada akhir tahun (kalau ada)💰

C. Daftar Anggota Keluarga (biasanya terisi otomatis)

D. Penghasilan dalam negeri dari pekerjaan (biasanya terisi otomatis)👩‍💻

E. Daftar Bukti pemotongan/pemungutan pph (biasanya terisi otomatis)📝

KEMBALI KE MENU INDUK

Bagian K. Pernyataan

✅Status SPT : Nihil

✅Centang pernyataan

✅Klik " Bayar dan Lapor"

✅Penyedia penandatangan " Kode Otorisasi DJP"

✅Masukan Passphrase

✅Klik "simpan"

Klik "konfirmasi tanda tangan"

✅SPT telah berhasil di laporkan ✔️

✅Bukti dapat di unduh pada menu SPT dilaporkan atau telah di kirim di email anda 📧

BUKA JASA PELAPORAN SPT.
Jika anda terkendala, silakan hubungi kami.
Mahar cukup Rp. 50.000,-
Insya Allaah kami siap membantu.....
Chat Only : 085194495073


Cek BUKU UTAMA Buku Kompeten TKA SD, SMP, SMA dengan harga Rp74.088. Dapatkan di Shopee sekarang! https://s.shopee.co.id/6KylSrZ9EL?share_channel_code=1

Demikian yang dapat kami bagikan terkait "CARA LAPOR SPT TAHUNAN DI CORETAX"semoga bermanfa'at.

Terimakasih atas kunjungannya, mohon doa' agar kami sekeluarga diberikan kesehatan dan blog ini terus berkembang serta berguna bagi semua orang.
Memberi manfa'at baik di dunia maupun di akhirat.

Untuk mendapatkan pemberitahuan langsung mengenai artikel terbaru di facebook dari website ini silakan klik suka pada halaman kami HANAPI BANI

atau gabung Group kami;

Youtube ;(Klik DISINI)
WA 1 ; (Klik DISINI)
WA 2 ; (Klik DISINI)
WA 3 ; (Klik DISINI)
WA 4 ; (Klik DISINI)

WA 5 ; (Klik DISINI)
WA 6 ; (Klik DISINI)
WA 7 ; (Klik DISINI)
WA 8 ; (Klik DISINI)
WA 9 ; (Klik DISINI)
WA 10 ; (Klik DISINI)
WA 11 ; (Klik DISINI)
WA 12 ; (Klik DISINI)
WA 13 ; (Klik DISINI)
WA 14 ; (Klik DISINI)
WA 15 ; (Klik DISINI)
WA 16 ; (Klik DISINI)
Pengumuman WA #1 ;(Klik DISINI)
Pengumuman WA #2 ;(Klik DISINI)
Telegram ; (Klik DISINI)
Bip ; (Klik DISINI)
Halaman FB 
(Klik DISINI)

و صلى  الله على سيدنا محمد و على أله
 و صحبه و سلم أجمعين
ثم السلام عليكم و رحمة الله و بركاته

Protected by Copyscape 

Baca selengkapnya ...

Khutbah Jumat: 6 Persiapan Diri Menyambut Ramadhan


السلام عليكم و رحمة الله و بركاته
بسم الله و الحمد لله
اللهم صل على سيدنا محمد و على أله
 و صحبه أجمعين

Salam Sahabat Hanapi Bani.

💥💥💥💥💥💥💥💥💥💥💥💥💥💥

Untuk mencetak naskah khutbah Jumat ini, silakan klik logo download berwarna merah di bawah artikel ini. Semoga bermanfaat! 

Khutbah I

 

ألْحَمْدُلِلّٰهِ الَّذِيْ جَعَلَ شَهْرَ رَمَضَانَ غُرَّةَ وَجْهِ الْعَامِ. وَشَرَّفَ أَوْقَاتَهُ عَلَى سَائِرِ الأَوْقَاتِ، وَفَضَّلَ أَيَّامَهُ عَلَى سَائِرِ الأَيَّامِ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلٰهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ شهادَةَ مَنْ قَالَ رَبِّيَ اللهُ ثُمَّ اسْتَقَامَ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ أَفْضَلُ مَنْ صَلَّى وَصِامَ. اللّٰهُمَّ صَلِّ وسَلِّمْ علَى عَبْدِكَ وَرَسُوْلِكَ مُحَمّدٍ وعَلى آلِهِ وأَصْحَابِهِ هُدَاةِ الأَنَامِ وَمَصَابِيْحِ الظُّلاَمِ. أمَّا بعْدُ، فيَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا اللهَِ تَعَالَى بِفِعْلِ الطَّاعَاتِ وَتَرْكِ الأَثَامِ. فَقَالَ اللهُ تَعَالٰى فِيْ كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ : أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ، بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ يَاۤأَيُّهَا الَّذِيْنَ ءٰمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَ


Hadirin jamaah shalat Jumat rahimakumullah,
Marilah pada saat yang berbahagia ini, saya mengajak kita semua, untuk bersama-sama berusaha meningkatkan takwa kita kepada Allah SWT, yakni dengan senantiasa memperhatikan dengan sungguh-sungguh sekaligus melaksanakan dengan sebaik-baiknya apa yang menjadi perintah Allah SWT dan meninggalkan apa yang menjadi larangan-Nya, sehingga kelak kita termasuk ke dalam golongan hamba-hamba-Nya yang beruntung baik di dunia maupun di akhirat, amin, amin ya rabbal 'alamin.

 

Hadirin jamaah shalat Jumat rahimakumullah,
Sebentar lagi tamu kita yang mulia bernama bulan Ramadhan akan segera tiba. Tamu terhormat yang datang dengan membawa segudang peluang dan kesempatan emas bagi kita. Kenapa dikatakan demikian?
 

Tak lain karena di dalam bulan Ramadhan terkandung kemuliaan dan keistimewaan yang amat besar, yang tak bisa dijumpai pada bulan-bulan lainnya. Nilai ibadah dilipatgandakan, doa-doa dikabulkan, dosa diampuni, pintu surga dibuka, sementara pintu neraka ditutup. Ramadhan, tak ubahnya tamu agung yang selalu dinanti-nanti kedatangannya. Rugilah orang yang tidak dapat bertemu dengannya. Namun akan lebih rugi lagi bagi mereka yang menjumpainya tapi tidak mengambil sesuatu darinya, yakni dengan menggunakannya sebagai momen meningkatkan kualitas ibadah dan ketakwaan kita kepada Allah SWT.
 

Oleh karena itu, kita perlu mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya dalam rangka menyambut bulan yang penuh berkah tersebut, sehingga kita dapat memanfaatkannya secara maksimal untuk beribadah mendekatkan diri kepada Allah. Dengan demikian, apa yang menjadi tujuan akhir dari puasa Ramadhan ini, yakni derajat ketakwaan dapat kita raih. Untuk itulah, Rasulullah SAW tak lupa berpesan kepada umatnya ketika bulan Ramadhan datang - sebagaimana hadits yang diriwayatkan an-Nasa'i dari Abu Hurairah:

 

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: أَتَاكُمْ رَمَضَانُ شَهْرٌ مُبَارَكٌ فَرَضَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ عَلَيْكُمْ صِيَامَهُ تُفْتَحُ فِيهِ أَبْوَابُ السَّمَاءِ وَتُغْلَقُ فِيهِ أَبْوَابُ الْجَحِيمِ وَتُغَلُّ فِيهِ مَرْدَةُ الشَّيَاطِينِ لِلَّهِ. فِيهِ لَيْلَةٌ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ ...... (سنن النسائي الجزأ 7 ص. 256: 2079)


Dari sahabat Abu Hurairah radliyallahu 'anh beliau berkata, bahwa Rasulullah telah bersabda : "Sungguh telah datang pada kalian bulan Ramadhan, bulan yang penuh berkah, yang mana pada bulan tersebut Allah SWT mewajibkan kalian untuk berpuasa. Pada bulan itu, pintu-pintu langit dibuka, sementara pintu-pintu neraka ditutup serta syaitan-syaitan dibelenggu. Pada bulan itu terdapat sebuah malam yang lebih baik dari seribu bulan.(HR. An-Nasa'i)
 

Selain itu, Rasulullah mengajarkan kepada kita sebuah doa yang dipanjatkan menjelang datangnya Ramadhan, yakni : Allâhumma bâriklanâ fî Rajaba wa Sya'bâna, wa ballighna Ramâdlana (ya Allah berkahi kami di bulan Rajab dan Sya'ban, dan sampaikan (usia) kami berjumpa Ramadhan) (HR. Ahmad dan Bazzar).
 

Oleh karena itu, marilah kita sambut kedatangan bulan Ramadhan dengan penuh suka cita "Marhaban Ya Ramadhan (selamat datang bulan Ramadhan), kami sambut kedatanganmu dengan penuh suka cita."

 

Para Ulama menjelaskan bahwa kata "marhaban" terambil dari akar kata "rahb" (رَحْبٌ) yang berarti (وَاسِعٌ, رَحِيْبٌ) "luas atau lapang", sehingga marhaban menggambarkan bahwa tamu yang datang disambut dan diterima dengan lapang dada, penuh kegembiraan, serta dipersiapkan baginya tempat yang luas untuk melakukan apa saja yang dia inginkan.
 

Dari kata ini, terbentuk kata "rahbah" yang antara lain, diartikan sebagai "ruangan luas untuk mobil," guna memperoleh perbaikan atau kebutuhan bagi kelanjutan perjalanannya. "Marhaban Ya Syahra Ramadhan" berarti, "kami menyambutmu dengan penuh kegembiraan dan kami persiapkan untukmu tempat yang luas agar engkau bebas melakukan apa saja, yang berkaitan dengan upaya mengasah dan mengasuh jiwa kami."
 

Dalam bahasa Arab bulan disebut dengan "syahr"(الشَّـهْرُ) yang bermakna "terkenal" atau populer. Orang Arab biasanya menamai bulan sesuai dengan keadaan di mana bulan itu berlangsung. Karena pada masa turunnya perintah puasa adalah musim panas yang terik, maka bulan itu dinamai "Ramadhan" yang akar katanya dari "Ramidha" (رَمِضَ) yang berarti "sangat panas, membakar" disebabkan panas matahari yang luar biasa menyinari pasir-pasir gurun. Ada juga pengertian lain yaitu "batu (karang) yang membakar."

 

Hadirin jamaah shalat Jumat rahimakumullah,
Pengertian di atas sesuai dengan makna filosofis bulan Ramadhan, yaitu membakar dosa-dosa yang pernah dilakukan dengan menahan makan dan minum dan apa-apa yang membatalkannya. Juga dapat dianalogikan, untuk membuat sesuatu lebih terbakar adalah dengan menghimpitnya di antara dua batu (karang) lembut, lalu memukul-mukul sifat (buruk)-nya sendiri di antara dua batu (karang), yakni lapar dan haus. Rasulullah SAW, bersabda, "dinamakan bulan Ramadhan karena ia cenderung membakar dosa-dosa."
 

Berikut ini adalah beberapa sikap terpuji yang dilakukan para ulama shaleh terdahulu dalam menyambut bulan suci Ramadhan yang pantas diteladani:

 

Pertama, kita harus menyambut Ramadhan dengan kegembiraan dan kebahagiaan. Yahya bin Abi Katsir meriwayatkan bahwa orang-orang salaf terdahulu selalu mengucapkan doa:
 

اَللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِى رَجَبَ وَ شَعْبَانَ وَ بَلِغْنَا رَمَضَانَ

 

"Ya Allah berkahi kami di bulan Rajab dan Sya'ban, dan sampaikan (usia) kami berjumpa Ramadhan."

Seolah mereka juga memohon, "Ya Allah sampaikanlah aku dengan selamat ke Ramadhan, selamatkan Ramadhan untukku dan selamatkan aku hingga selesai Ramadhan."

 

Sampai kepada Ramadhan adalah kebahagiaan yang luar biasa bagi mereka, karena pada bulan itu mereka bisa mendapatkan nikmat dan karunia Allah yang tidak terkira.Tidak mengherankan jika kemudian Nabi saw dan para sahabat menyambut Ramadhan dengan senyum dan tahmid, dan melepas kepergian Ramadhan dengan tangis.

 

Kedua, dengan pengetahuan yang dalam. Puasa Ramadhan merupakan salah satu rukun Islam yang wajib dilaksanakan oleh setiap Muslim. Ibadah puasa mempunyai ketentuan dan aturan yang harus dipenuhi agar sah dan sempurna. Sesuatu yang menjadi prasyarat suatu ibadah wajib, maka wajib memenuhinya dan wajib mempelajarinya. Ilmu tentang ketentuan puasa atau yang sering disebut dengan fikih puasa merupakan hal yang wajib dipelajari oleh setiap Muslim, minimal tentang hal-hal yang menjadi sah dan tidaknya puasa.
 

Persepsi dan pengetahuan yang utuh tentang bulan Ramadhan akan menghindarkan diri dari kesalahan-kesalahan yang bisa merusak ibadah Ramadhan disebabkan oleh ketidaktahuan kita. Persepsi yang utuh tentang keutamaan Ramadhan akan mendorong tumbuhnya motivasi dari dalam diri untuk menjalani ibadah dengan sebaik-baiknya. Oleh karena itu, pada bagian ini, persiapan-persiapan yang bisa dilakukan adalah dengan banyak bertanya, belajar dan membaca. Orang akan mampu mengerjakan sesuatu dengan sempurna dan riang gembira jika ia tahu dengan pasti apa alasan, tujuan dan manfaat di balik sesuatu yang ia kerjakan.

 

Ketiga, dengan doa. Bulan Ramadhan selain merupakan bulan karunia dan kenikmatan beribadah, juga merupakan bulan tantangan. Tantangan menahan nafsu untuk perbuatan jahat, tantangan untuk menggapai kemuliaan malam Lailatul Qadar dan tantangan-tantangan lainnya. Keterbatasan manusia mengharuskannya untuk selalu berdoa agar optimis melalui bulan Ramadhan.

 

Keempat, dengan tekad dan planning yang matang untuk mengisi Ramadhan. Niat dan azam adalah bahasa lain dari planning atau perencanaan. Orang-orang soleh terdahulu selalu merencanakan pengisian bulan Ramadhan dengan cermat dan optimis. Berapa kali dia akan mengkhatamkan membaca Al-Quran, berapa kali shalat malam, berapa akan bersedekah dan memberi makan orang berpuasa, berapa kali kita menghadiri pengajian dan membaca buku agama. Itulah planning yang benar mengisi Ramadhan, bukan hanya sekadar mem-planing atau merencanakan menu makan dan pakaian kita untuk Ramadhan, tapi lebih diarahkan ke perencanaan yang matang untuk meningkatkan kualitas ibadah kita di bulan Ramadhan.

 

Kelima, Persiapan Ruh dan Jasad Rasulullah SAW dan orang-orang shalih tidak pernah menyia-nyiakan keutamaan Ramadhan sedikitpun. Rasulullah dan para sahabat memperbanyak puasa dan bersedekah pada bulan Sya'ban sebagai latihan sekaligus tanda kegembiraan menyambut datangnya Ramadhan. Anas bin Malik r.a. berkata, "ketika kaum muslimin memasuki bulan Sya'ban, mereka sibuk membaca Alquran dan mengeluarkan zakat mal untuk membantu fakir miskin yang berpuasa."
 

Dengan mengondisikan diri pada bulan Sya'ban untuk berpuasa, bersedekah dan memperbanyak ibadah, kondisi ruhiyah akan meningkat, dan tubuh akan terlatih berpuasa Dengan kondisi seperti ini, maka ketika memasuki bulan Ramadhan, kondisi ruh dan iman telah membaik, yang selanjutnya dapat langsung menyambut bulan Ramadhan yang mulia ini dengan amal dan kegiatan yang dianjurkan. Di sisi lain, tidak akan terjadi lagi gejolak fisik dan proses penyesuaian yang kadang-kadang dirasakan oleh orang-orang yang pertama kali berpuasa, seperti lemas, demam dan sebagainya.
 

Rasulullah SAW senantiasa melakukan puasa sunnah bulan Sya'ban, bahkan dalam beberapa riwayat disebutkan beliau kadang melakukannya sebulan penuh. Dalam sebuah hadits disebutkan:

 

أَخْرَجَ النَّسَائِيُّ وَأَبُو دَاوُدَ وَصَحَّحَهُ اِبْن خُزَيْمَةَ عَنْ أُسَامَة بْن زَيْدٍ قَالَ " قُلْت يَا رَسُول اللَّه لَمْ أَرَك تَصُومُ مِنْ شَهْر مِنْ الشُّهُور مَا تَصُوم مِنْ شَعْبَان ، قَالَ : ذَلِكَ شَهْرٌ يَغْفُلُ النَّاس عَنْهُ بَيْنَ رَجَبٍ وَرَمَضَان ، وَهُوَ شَهْر تُرْفَعُ فِيهِ الْأَعْمَال إِلَى رَبّ الْعَالَمِينَ فَأُحِبُّ أَنْ يُرْفَعَ عَمَلِي وَأَنَا صَائِمٌ " (فتح الباري لابن حجر (باب صوم شعبان), الجزأ السادس, ص : 238)

 

Usamah bin Zaid pernah bertanya kepada Rasulullah saw. Katanya: "Ya Rasulullah, saya tidak melihat engkau berpuasa pada bulan-bulan yang lain sebanyak puasa di bulan Sya'ban ini? Beliau saw menjawab: "Itulah bulan yang dilupakan orang, antara Rajab dan Ramadhan, bulan ditingkatkannya amal perbuatan kepada Allah Rabbul 'Alamin. Dan aku ingin amalku diangkat sedang aku dalam keadaan berpuasa." (HR An-Nasa-i).

 

Keenam, persiapan materi. Kemudian yang harus kita perhatikan menyongsong bulan Ramadhan adalah persiapan finansial atau materi. Persiapan materi di sini tidak dimaksudkan untuk membeli kebutuhan berbuka dan sahur yang mewah dan mahal bahkan kadang terkesan berlebihan. Tapi finansial/materi yang diperuntukkan untuk menopang ibadah sedekah dan infak kita. Bulan Ramadhan merupakan bulan muwaasah (bulan santunan, pelipur lara). Sangat dianjurkan memberi santunan kepada orang lain, betapapun kecilnya. Pahala yang sangat besar akan didapat manakala ia memberi kepada orang lain yang berpuasa, sekalipun sekedar sebiji kurma dan seteguk air. Kedermawanan Rasulullah saw pada bulan Ramadhan sangat besar. Digambarkan dalam beberapa riwayat bahwa sentuhan kebaikan dan santunan Rasulullah saw kepada masyarakat sampai merata, lebih merata ketimbang sentuhan angin terhadap benda-benda di sekitarnya.

 

Demikianlah khutbah yang dapat kami sampaikan, semoga kiranya kita memperoleh rahmat, hidayat serta kekuatan untuk dapat mempersiapkan diri secara maksimal, menyongsong datangnya bulan Ramadhan besok, amin, amin ya Rabbal 'alamin..

 

أَعُوذُ بِاللهِ مِن الشَّيْطانِ الرَّجِيْمِ. بِسْمِ اللهِ الرَّحمن الرّحيم يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

أَيَّامًا مَّعْدُودَاتٍ فَمَن كَانَ مِنكُم مَّرِيضًا أَوْ عَلَى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ أَيَّامٍ أُخَرَ وَعَلَى الَّذِينَ يُطِيقُونَهُ فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِينٍ فَمَن تَطَوَّعَ خَيْرًا فَهُوَ خَيْرٌ لَّهُ وَأَن تَصُومُواْ خَيْرٌ لَّكُمْ إِن كُنتُمْ تَعْلَمُونَ

باَرَكَ اللهُ لِيْ وَلكمْ فِي القُرْآنِ العَظِيْمِ, وَنَفَعَنِيْ وَإِيّاكُمْ بِالآياتِ والذِّكْرِ الحَكِيْمِ. إنّهُ تَعاَلَى جَوّادٌ كَرِيْمٌ مَلِكٌ بَرٌّ رَؤُوْفٌ رَحِيْمٌ

Khutbah II

 

اَلْحَمْدُ للهِ عَلىَ اِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ. وَاَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَاَشْهَدُ اَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِي اِلىَ رِضْوَانِهِ. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وِعَلَى اَلِهِ وَاَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا اَمَّا بَعْدُ فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوااللهَ فِيْمَا اَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى وَاعْلَمُوْا اَنَّ اللهّ اَمَرَكُمْ بِاَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَى بِمَلآ ئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعاَلَى اِنَّ اللهَ وَمَلآ ئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ وَارْضَ اللّهُمَّ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ اَبِى بَكْرٍوَعُمَروَعُثْمَان وَعَلِى وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَىيَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ
اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ اللهُمَّ اَعِزَّ اْلاِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيَّةَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ اَعْدَاءَالدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ اِلَى يَوْمَ الدِّيْنِ. اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَاوَاِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ. عِبَادَاللهِ ! اِنَّ اللهَ يَأْمُرُنَا بِاْلعَدْلِ وَاْلاِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِى اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوااللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ اَكْبَرْ

Download Khutbah Jumat: 6 Persiapan Diri Menyambut Ramadhan




Untuk mengunduh teks khutbah diatas silakan klik dibawah ini;




Cek (TERLARIS) Baju Muslim Koko Habib Haibah Polos Saku samping Model AMMU AMU dengan harga Rp50.005. Dapatkan di Shopee sekarang! https://s.shopee.co.id/3fosDhJJNi?share_channel_code=1

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan tentang "Khutbah Jumat: 6 Persiapan Diri Menyambut Ramadhan", semoga bermanfa'at. 

Terimakasih atas kunjungannya, mohon doa' agar kami sekeluarga diberikan kesehatan dan blog ini terus berkembang serta berguna bagi semua orang.
Memberi manfa'at baik di dunia maupun di akhirat.

Menjadi asbab keridhaan Allaah kepada kami.
Untuk mendapatkan pemberitahuan langsung mengenai artikel terbaru di facebook dari website ini silakan klik suka pada halaman kami  HANAPI BANI 

atau gabung Group kami;

Youtube ;(Klik DISINI)
Instagram ; (Klik DISINI)
Telegram ; (Klik DISINI)
Bip ; (Klik DISINI)
Halaman FB 
(Klik DISINI)

WA 1 ; (Klik DISINI)
WA 2 ; (Klik DISINI)
WA 3 ; (Klik DISINI)
WA 4 ; (Klik DISINI)

WA 5 ; (Klik DISINI)
WA 6 ; (Klik DISINI)
WA 7 ; (Klik DISINI)
WA 8 ; (Klik DISINI)
WA 9 ; (Klik DISINI)
WA 10 ; (Klik DISINI)
WA 11 ; (Klik DISINI)
WA 12 ; (Klik DISINI)
WA 13 ; (Klik DISINI)
WA 14 ; (Klik DISINI)
WA 15 ; (Klik DISINI)
WA 16 ; (Klik DISINI)
Komunitas WA #1 ;(Klik DISINI)
Komunitas WA #2 ;(Klik DISINI)
Saluran WA tanpa Batas ; (Klik DISINI)

و صلى  الله على سيدنا محمد و على أله
 و صحبه و سلم أجمعين
ثم السلام عليكم و رحمة الله و بركاته

Protected by Copyscape

Baca selengkapnya ...

Translate

Artikel Terbaru

Surat Edaran Ketentuan Pembelajaran Sekolah dan Madrasah Selama Ramadan 1447 H/2026 M

  السلام عليكم و رحمة الله و بركاته بسم الله و الحمد لله اللهم صل و سلم على سيدنا محمد و على أله  و صحبه أجمعين Salam Sahabat  Hanapi Bani ....

Powered by BeGeEm - Designed Template By HANAPI