بسم الله Ùˆ الØÙ…د لله
اللهم صل Ùˆ سلم على سيدنا Ù…ØÙ…د Ùˆ على أله
Ùˆ ØµØØ¨Ù‡ أجمعين
Salam Sahabat Hanapi Bani.
💥💥💥💥💥💥💥💥💥💥💥💥💥💥
اللهم صل Ùˆ سلم على سيدنا Ù…ØÙ…د Ùˆ على أله
Ùˆ ØµØØ¨Ù‡ أجمعين
Salam Sahabat Hanapi Bani.
Akreditasi sekolah merupakan salah satu proses penting untuk melihat dan memastikan mutu layanan pendidikan yang diselenggarakan oleh satuan pendidikan. Dalam proses akreditasi, sekolah tidak hanya dinilai berdasarkan kelengkapan administrasi, tetapi juga dilihat dari praktik nyata pembelajaran, kepemimpinan kepala sekolah, iklim lingkungan belajar, serta berbagai bukti yang menunjukkan bahwa program sekolah benar-benar dilaksanakan.
Untuk membantu sekolah/madrasah mempersiapkan proses akreditasi, berikut kami bagikan Contoh Bahan Akreditasi Sekolah Lengkap yang dapat digunakan sebagai bahan persiapan dan referensi.
Dalam proses akreditasi terbaru, terdapat 14 butir yang menjadi fokus penggalian asesor untuk satuan pendidikan dasar dan menengah tertentu. Keempat belas butir tersebut terbagi menjadi:
- Butir 1–4: Kinerja Pendidik dalam Mengelola Proses Pembelajaran.
- Butir 5–9: Kepemimpinan Kepala Satuan Pendidikan dalam Pengelolaan Satuan Pendidikan.
- Butir 10–14: Iklim Lingkungan Belajar.
Catatan: Bahan yang dibagikan merupakan contoh/referensi. Sekolah tetap harus menyesuaikan dokumen dan bukti dengan kondisi nyata serta program yang benar-benar dilaksanakan di satuan pendidikan.
A. Butir 1–4: Kinerja Pendidik dalam Proses Pembelajaran
1. Butir 1 – Dukungan Sosial Emosional bagi Peserta Didik
Pendidik menyediakan dukungan sosial emosional bagi peserta didik dalam proses pembelajaran.
Butir ini melihat bagaimana guru membangun hubungan yang positif dengan peserta didik sehingga mereka merasa aman, dihargai, didengar, dan percaya diri dalam mengikuti pembelajaran.
Beberapa hal yang perlu terlihat antara lain:
- Interaksi guru dan peserta didik yang setara dan saling menghargai.
- Guru memberikan perhatian kepada peserta didik yang membutuhkan dukungan lebih.
- Guru memberikan umpan balik yang membangun kepercayaan diri.
- Guru membantu peserta didik mengembangkan keterampilan sosial dan emosional.
- Guru menerapkan strategi yang mendorong pola pikir bertumbuh (growth mindset).
Contoh bukti yang dapat disiapkan:
- Modul ajar/RPP.
- Dokumentasi kegiatan pembelajaran.
- Jurnal/refleksi guru.
- Catatan pendampingan peserta didik.
- Hasil asesmen dan tindak lanjut.
- Foto/video pembelajaran.
- Bukti komunikasi dengan orang tua/wali apabila diperlukan.
Panduan BAN-PDM menjelaskan bahwa butir ini antara lain melihat interaksi yang setara, pola pikir bertumbuh, perhatian kepada murid yang membutuhkan dukungan lebih, dan strategi pengembangan keterampilan sosial emosional.
Bahan Butir 1:
Download Bahan Akreditasi Butir 1
2. Butir 2 – Pengelolaan Kelas
Pendidik mengelola kelas untuk menciptakan suasana belajar yang aman, nyaman, dan mendukung tercapainya tujuan pembelajaran.
Guru diharapkan mampu menciptakan suasana kelas yang kondusif. Pengelolaan kelas bukan hanya berkaitan dengan ketertiban, tetapi juga bagaimana guru menggunakan pendekatan positif dalam membangun disiplin.
Hal yang perlu diperhatikan antara lain:
- Adanya kesepakatan kelas.
- Peserta didik dilibatkan dalam penyusunan aturan/kesepakatan.
- Disiplin diterapkan dengan pendekatan positif.
- Tidak menggunakan kekerasan fisik, ancaman, atau intimidasi.
- Waktu pembelajaran lebih banyak digunakan untuk kegiatan belajar.
- Guru mampu menangani konflik secara dialogis.
Contoh bukti:
- Kesepakatan kelas.
- Tata tertib kelas.
- Modul ajar/RPP.
- Jurnal guru.
- Dokumentasi kegiatan pembelajaran.
- Foto/video proses pembelajaran.
Panduan BAN-PDM menekankan kesepakatan kelas yang partisipatif, disiplin positif, dan pengelolaan waktu pembelajaran agar tetap berfokus pada kegiatan belajar.
Bahan Butir 2:
Download Bahan Akreditasi Butir 2
3. Butir 3 – Pembelajaran Efektif dan Bermakna
Pendidik mengelola proses pembelajaran secara efektif dan bermakna.
Butir ini melihat kemampuan guru dalam merencanakan dan melaksanakan pembelajaran yang membuat peserta didik aktif serta mampu menghubungkan pembelajaran dengan kehidupan nyata.
Yang dapat ditunjukkan sekolah antara lain:
- Tujuan pembelajaran jelas.
- Pembelajaran disesuaikan dengan kebutuhan peserta didik.
- Peserta didik aktif bertanya, berdiskusi, mencoba, dan berkarya.
- Guru menggunakan metode/model pembelajaran yang sesuai.
- Materi dikaitkan dengan konteks kehidupan nyata.
- Guru melakukan asesmen dan memberikan umpan balik.
- Peserta didik diberi kesempatan melakukan refleksi terhadap pembelajaran.
Contoh bukti:
- Modul ajar/RPP.
- Instrumen asesmen.
- Hasil pekerjaan peserta didik.
- LKPD.
- Portofolio peserta didik.
- Dokumentasi pembelajaran.
- Jurnal/refleksi guru.
Bahan Butir 3:
Download Bahan Akreditasi Butir 3
4. Butir 4 – Keimanan, Ketakwaan, Kebangsaan, Karakter dan Kompetensi
Pendidik memfasilitasi pembelajaran yang efektif dalam membangun keimanan, ketakwaan, komitmen kebangsaan, kemampuan bernalar dan memecahkan masalah, serta karakter dan kompetensi yang relevan bagi peserta didik.
Butir ini menekankan bahwa pembelajaran tidak hanya mengejar penguasaan materi, tetapi juga membangun karakter dan kompetensi peserta didik.
Contoh yang dapat ditunjukkan:
- Integrasi nilai karakter dalam pembelajaran.
- Pembiasaan sikap religius.
- Penguatan nilai kebangsaan.
- Kegiatan yang melatih kemampuan bernalar.
- Pembelajaran berbasis masalah.
- Kegiatan yang melatih kreativitas dan pemecahan masalah.
- Pembiasaan tanggung jawab, kerja sama, disiplin, dan gotong royong.
Contoh bukti:
- Modul ajar.
- Program pembiasaan.
- Projek/kegiatan peserta didik.
- Portofolio hasil karya.
- Dokumentasi kegiatan keagamaan dan kebangsaan.
- Hasil asesmen karakter/kompetensi.
Bahan Butir 4:
Download Bahan Akreditasi Butir 4
B. Butir 5–9: Kepemimpinan Kepala Satuan Pendidikan
5. Butir 5 – Budaya Refleksi dan Pengembangan Profesional
Kepala satuan pendidikan menerapkan budaya refleksi untuk perbaikan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik, serta evaluasi kinerja untuk rencana pengembangan profesional bagi pendidik dan tenaga kependidikan.
Kepala sekolah perlu menunjukkan bahwa evaluasi dan refleksi bukan sekadar kegiatan administratif, tetapi digunakan untuk melakukan perbaikan.
Contoh bukti:
- Program supervisi.
- Instrumen supervisi.
- Hasil supervisi.
- Evaluasi kinerja guru.
- Jurnal/refleksi guru.
- Notulen rapat evaluasi.
- Program pengembangan kompetensi guru.
- Sertifikat pelatihan/workshop.
- Rencana tindak lanjut.
BAN-PDM menekankan bahwa refleksi, evaluasi kinerja, dan pengembangan profesional harus menjadi sebuah siklus perbaikan yang berkelanjutan.
Bahan Butir 5:
Download Bahan Akreditasi Butir 5
6. Butir 6 – Layanan Belajar Partisipatif dan Kolaboratif
Kepala satuan pendidikan menghadirkan layanan belajar yang partisipatif dan kolaboratif untuk tercapainya visi dan misi.
Kepala sekolah perlu menunjukkan kemampuan menggerakkan seluruh warga sekolah dan pihak terkait untuk bersama-sama meningkatkan kualitas layanan pendidikan.
Hal yang dapat ditunjukkan:
- Visi dan misi sekolah dipahami warga sekolah.
- Komunikasi antara kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, peserta didik, dan orang tua berjalan baik.
- Adanya kolaborasi dengan orang tua/wali.
- Adanya kemitraan dengan pihak luar.
- Evaluasi program dilakukan secara bersama.
- Hasil evaluasi digunakan untuk menyusun program berikutnya.
Contoh bukti:
- Visi dan misi sekolah.
- Program kerja.
- Notulen rapat.
- Daftar hadir.
- MoU/kerja sama.
- Dokumentasi kegiatan.
- Hasil evaluasi program.
Bahan Butir 6:
Download Bahan Akreditasi Butir 6
7. Butir 7 – Pengelolaan Anggaran
Kepala satuan pendidikan memastikan pengelolaan anggaran dilakukan sesuai perencanaan berdasarkan refleksi yang berbasis data secara transparan dan akuntabel.
Sekolah perlu menunjukkan bahwa anggaran direncanakan, digunakan, dan dilaporkan secara transparan serta sesuai kebutuhan sekolah.
Contoh bukti:
- Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS).
- Rencana kerja tahunan.
- Dokumen perencanaan anggaran.
- Laporan realisasi anggaran.
- Bukti penggunaan anggaran.
- Notulen rapat pembahasan anggaran.
- Dokumentasi penyampaian laporan kepada pihak terkait.
Yang paling penting bukan sekadar memiliki dokumen anggaran, tetapi adanya kesesuaian antara perencanaan, pelaksanaan, realisasi, dan pelaporan.
Bahan Butir 7:
Download Bahan Akreditasi Butir 7
8. Butir 8 – Pengelolaan Sarana dan Prasarana
Kepala satuan pendidikan memimpin pengelolaan sarana dan prasarana sesuai dengan kebutuhan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik.
Sarana dan prasarana tidak hanya dinilai dari jumlahnya, tetapi juga dari bagaimana sekolah merencanakan, menyediakan, menggunakan, dan memeliharanya.
Contoh bukti:
- Analisis kebutuhan sarpras.
- Daftar inventaris.
- Program pengadaan.
- Jadwal penggunaan sarpras.
- Program pemeliharaan.
- Jadwal pemeliharaan.
- Dokumentasi pemanfaatan sarpras.
- Bukti kerja sama pemenuhan sarpras apabila ada.
BAN-PDM juga melihat optimalisasi pemanfaatan sarana dan prasarana serta mekanisme pemeliharaannya.
Bahan Butir 8:
Download Bahan Akreditasi Butir 8
9. Butir 9 – Kurikulum Satuan Pendidikan
Kepala satuan pendidikan mengembangkan kurikulum di tingkat satuan pendidikan yang selaras dengan kurikulum nasional.
Kurikulum Satuan Pendidikan (KSP) harus menjadi rujukan nyata dalam penyelenggaraan pembelajaran, bukan sekadar dokumen yang dibuat untuk memenuhi administrasi.
Hal yang perlu diperhatikan:
- Analisis karakteristik satuan pendidikan.
- Analisis kebutuhan belajar peserta didik.
- KSP merujuk pada kurikulum nasional.
- Pengorganisasian pembelajaran jelas.
- Perencanaan pembelajaran sesuai kebutuhan peserta didik.
- KSP dievaluasi secara berkala.
- Hasil evaluasi digunakan untuk melakukan perbaikan.
Contoh bukti:
- KSP.
- Dokumen analisis karakteristik sekolah.
- Notulen review KSP.
- Berita acara evaluasi kurikulum.
- Dokumen perubahan/revisi KSP.
- Modul ajar/RPP.
- Program intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler.
BAN-PDM menegaskan bahwa bentuk KSP tidak harus seragam; yang penting KSP memuat informasi esensial dan menjadi rujukan penyelenggaraan layanan pendidikan.
Bahan Butir 9:
Download Bahan Akreditasi Butir 9
C. Butir 10–14: Iklim Lingkungan Belajar
10. Butir 10 – Iklim Kebinekaan
Satuan pendidikan memastikan terbangunnya iklim kebinekaan bagi peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan.
Sekolah harus menciptakan lingkungan yang menghargai perbedaan agama, budaya, sosial, kemampuan, maupun latar belakang warga sekolah.
Contoh pelaksanaannya:
- Pembelajaran yang menghargai keberagaman.
- Kegiatan yang menumbuhkan toleransi.
- Tidak adanya diskriminasi.
- Penghargaan terhadap perbedaan.
- Kesetaraan dalam kegiatan sekolah.
- Fasilitasi kegiatan ibadah dan budaya warga sekolah sesuai ketentuan.
Contoh bukti:
- KSP.
- Program sekolah.
- Modul ajar.
- Tata tertib.
- Dokumentasi kegiatan kebinekaan.
- Foto kegiatan keagamaan/budaya.
- Dokumentasi kegiatan bersama.
Panduan BAN-PDM menjelaskan bahwa iklim kebinekaan mencakup sikap positif terhadap keberagaman serta fasilitasi hak warga sekolah untuk beribadah dan berbudaya.
Bahan Butir 10:
Download Bahan Akreditasi Butir 10
11. Butir 11 – Lingkungan Belajar Inklusif
Satuan pendidikan menyediakan lingkungan belajar yang inklusif untuk memenuhi kebutuhan belajar peserta didik yang beragam.
Sekolah perlu menunjukkan komitmen untuk memberikan layanan yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik, termasuk peserta didik yang memerlukan dukungan khusus.
Contoh bukti:
- Kebijakan sekolah terkait pendidikan inklusif.
- Prosedur layanan peserta didik berkebutuhan khusus.
- Asesmen/identifikasi kebutuhan peserta didik.
- Program pembelajaran yang menyesuaikan kebutuhan peserta didik.
- Modul ajar dengan penyesuaian/diferensiasi.
- Dokumentasi fasilitas yang ramah peserta didik.
- Program pembekalan guru dan tenaga kependidikan.
Jika terdapat peserta didik berkebutuhan khusus, sekolah perlu menunjukkan bagaimana layanan tersebut benar-benar dilaksanakan. Panduan BAN-PDM juga mengatur pembekalan bagi guru, orang tua/wali, dan peserta didik dalam membangun lingkungan yang inklusif.
Bahan Butir 11:
Download Bahan Akreditasi Butir 11
12. Butir 12 – Lingkungan Belajar yang Aman Secara Psikis
Satuan pendidikan mewujudkan iklim lingkungan belajar yang aman secara psikis bagi peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan.
Butir ini berkaitan erat dengan pencegahan dan penanganan perundungan, kekerasan, intimidasi, diskriminasi, serta berbagai tindakan yang dapat mengganggu rasa aman warga sekolah.
Contoh bukti:
- Tata tertib sekolah.
- Kebijakan pencegahan perundungan.
- Program anti-bullying.
- SOP penanganan kekerasan/perundungan.
- Tim atau mekanisme penanganan kasus.
- Sosialisasi kepada guru, peserta didik, dan orang tua.
- Dokumentasi kegiatan.
- Catatan tindak lanjut apabila pernah terjadi kasus.
Sekolah perlu memastikan bahwa warga sekolah mengetahui bagaimana mencegah, melaporkan, dan menangani tindakan perundungan atau kekerasan.
Bahan Butir 12:
Download Bahan Akreditasi Butir 12
13. Butir 13 – Keselamatan Warga Sekolah
Satuan pendidikan menjaga keselamatan peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan.
Sekolah harus mampu menunjukkan bahwa lingkungan fisik sekolah aman dan memiliki kesiapan menghadapi kondisi darurat.
Hal yang dapat dipersiapkan:
- Prosedur keselamatan sekolah.
- P3K.
- Kotak P3K dan perlengkapannya.
- Jalur evakuasi.
- Titik kumpul.
- Rambu-rambu keselamatan.
- Simulasi evakuasi bencana.
- Program keselamatan warga sekolah.
- Dokumentasi pemeriksaan fasilitas.
Aspek keselamatan dapat dibuktikan melalui dokumen, observasi langsung lingkungan sekolah, wawancara, serta bukti kegiatan simulasi dan kesiapsiagaan.
Bahan Butir 13:
Download Bahan Akreditasi Butir 13
14. Butir 14 – Lingkungan Belajar yang Sehat
Satuan pendidikan menjamin lingkungan yang sehat dan program yang membangun kesehatan fisik dan psikis pada peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan.
Butir terakhir ini melihat sejauh mana sekolah menciptakan lingkungan yang mendukung kesehatan warga sekolah secara menyeluruh.
Beberapa hal yang dapat disiapkan:
- Program UKS.
- Kerja sama dengan fasilitas kesehatan.
- Program kebersihan sekolah.
- Pembiasaan hidup bersih dan sehat.
- Kegiatan olahraga.
- Edukasi makanan sehat.
- Program kesehatan mental.
- Edukasi pencegahan adiksi.
- Edukasi kesehatan reproduksi.
- Dokumentasi kegiatan kesehatan.
Contoh bukti dapat berupa program UKS, kerja sama dengan puskesmas/fasilitas kesehatan, dokumentasi kegiatan olahraga, edukasi kesehatan, serta berbagai kegiatan yang mendukung kesehatan fisik dan mental warga sekolah.
Bahan Butir 14:
Download Bahan Akreditasi Butir 14
Dokumen Wajib yang Perlu Disiapkan Sebelum Visitasi
Selain bukti yang berkaitan dengan 14 butir di atas, sekolah juga perlu memperhatikan dokumen yang menjadi bagian dari persiapan sebelum visitasi.
Secara umum, dokumen yang perlu disiapkan meliputi:
- Kurikulum Satuan Pendidikan (KSP).
- Rencana Kerja Tahunan (RKT).
- Rencana Kegiatan dan Anggaran Satuan Pendidikan/RKAS.
- Kalender tahunan kegiatan pendidikan/kalender pendidikan.
- Contoh perencanaan pembelajaran seperti modul ajar/RPP.
- Foto lingkungan belajar.
- Video lingkungan belajar.
Dokumen tersebut menjadi bagian penting dalam tahap pra-visitasi, sedangkan pada saat visitasi asesor tetap dapat melakukan telaah dokumen, observasi, wawancara, dan melihat bukti lain yang relevan.
Tips Menyiapkan Bahan Akreditasi
Agar persiapan akreditasi lebih mudah, sekolah sebaiknya tidak hanya mengumpulkan dokumen menjelang visitasi. Bukti kegiatan sebaiknya dikumpulkan dan didokumentasikan secara rutin.
1. Pastikan dokumen benar-benar sesuai kondisi sekolah
Jangan membuat dokumen yang tidak pernah dilaksanakan. Bukti akreditasi harus menggambarkan kondisi nyata satuan pendidikan.
2. Kelompokkan bukti berdasarkan butir
Buat folder khusus:
- Butir 1
- Butir 2
- Butir 3
- dan seterusnya sampai Butir 14.
Dengan demikian, ketika asesor meminta bukti tertentu, dokumen dapat ditemukan dengan cepat.
3. Siapkan dokumen, foto, dan video
Bukti akreditasi tidak selalu berupa dokumen tertulis. Dokumentasi kegiatan, hasil karya peserta didik, foto lingkungan sekolah, video pembelajaran, hasil wawancara, dan bukti lain yang relevan juga dapat mendukung keterpenuhan indikator.
4. Pastikan kepala sekolah dan guru memahami isi dokumen
Akreditasi bukan sekadar mengunggah dokumen. Asesor dapat melakukan wawancara untuk memastikan bahwa program yang tertulis memang dilaksanakan.
5. Jangan hanya mengandalkan dokumen
Hal yang paling penting adalah adanya kesesuaian antara dokumen, praktik nyata, hasil wawancara, dan kondisi yang terlihat saat observasi.
Download Contoh Bahan Akreditasi Sekolah
Bagi Bapak/Ibu Kepala Sekolah, guru, operator, maupun tim akreditasi yang sedang mempersiapkan visitasi, berikut kumpulan bahan yang dapat digunakan sebagai referensi:
| No. | Bahan | Link |
|---|---|---|
| 1 | Butir 1 | Download Butir 1 |
| 2 | Butir 2 | Download Butir 2 |
| 3 | Butir 3 | Download Butir 3 |
| 4 | Butir 4 | Download Butir 4 |
| 5 | Butir 5 | Download Butir 5 |
| 6 | Butir 6 | Download Butir 6 |
| 7 | Butir 7 | Download Butir 7 |
| 8 | Butir 8 | Download Butir 8 |
| 9 | Butir 9 | Download Butir 9 |
| 10 | Butir 10 | Download Butir 10 |
| 11 | Butir 11 | Download Butir 11 |
| 12 | Butir 12 | Download Butir 12 |
| 13 | Butir 13 | Download Butir 13 |
| 14 | Butir 14 | Download Butir 14 |
Penutup
Persiapan akreditasi sebaiknya dipandang bukan hanya sebagai kegiatan untuk memperoleh predikat akreditasi, tetapi sebagai kesempatan bagi sekolah untuk melakukan refleksi dan perbaikan mutu layanan pendidikan secara berkelanjutan.
Kelengkapan dokumen memang penting, tetapi yang jauh lebih penting adalah memastikan bahwa setiap dokumen tersebut benar-benar menggambarkan praktik pendidikan yang berlangsung di sekolah.
Semoga kumpulan Contoh Bahan Akreditasi Sekolah Lengkap 14 Butir ini dapat membantu Bapak/Ibu dalam mempersiapkan dokumen, bukti pendukung, dan pelaksanaan visitasi akreditasi.
Semoga bermanfaat dan semoga proses akreditasi sekolah Bapak/Ibu berjalan lancar serta mendapatkan hasil terbaik.
Minat, buruan chat 085194495073
atau klik
Cek Aqila Tiga Serangkai KMA 1503 KBC Kelas 1-6 SD Akidah Fikih Qurdis Arab SKI MI dengan harga Rp59.150. Dapatkan di Shopee sekarang! https://s.shopee.co.id/5q7G6yS5op?share_channel_code=1
Demikian informasi yang dapat kami sampaikan tentang "Contoh Bahan Akreditasi Sekolah Lengkap !", semoga bermanfa'at.
Terimakasih atas kunjungannya, mohon doa' agar kami sekeluarga diberikan kesehatan dan blog ini terus berkembang serta berguna bagi semua orang.
Memberi manfa'at baik di dunia maupun di akhirat.
Untuk mendapatkan pemberitahuan langsung mengenai artikel terbaru di facebook dari website ini silakan klik suka pada halaman kami HANAPI BANI atau gabung Group kami;
Youtube ;(Klik DISINI)
WA 1 ; (Klik DISINI)
WA 2 ; (Klik DISINI)
WA 3 ; (Klik DISINI)
WA 4 ; (Klik DISINI)
WA 5 ; (Klik DISINI)
WA 6 ; (Klik DISINI)
WA 7 ; (Klik DISINI)
WA 8 ; (Klik DISINI)
WA 9 ; (Klik DISINI)
WA 10 ; (Klik DISINI)
WA 11 ; (Klik DISINI)
WA 12 ; (Klik DISINI)
WA 13 ; (Klik DISINI)
WA 14 ; (Klik DISINI)
WA 15 ; (Klik DISINI)
WA 16 ; (Klik DISINI)
Pengumuman WA #1 ;(Klik DISINI)
Pengumuman WA #2 ;(Klik DISINI)
Telegram ; (Klik DISINI)
Bip ; (Klik DISINI)
Halaman FB (Klik DISINI)
Ùˆ صلى الله على سيدنا Ù…ØÙ…د Ùˆ على أله Ùˆ ØµØØ¨Ù‡ Ùˆ سلم أجمعينثم السلام عليكم Ùˆ رØÙ…Ø© الله Ùˆ بركاته
Memberi manfa'at baik di dunia maupun di akhirat.
Untuk mendapatkan pemberitahuan langsung mengenai artikel terbaru di facebook dari website ini silakan klik suka pada halaman kami HANAPI BANI
atau gabung Group kami;
Youtube ;(Klik DISINI)
WA 1 ; (Klik DISINI)
WA 2 ; (Klik DISINI)
WA 3 ; (Klik DISINI)
WA 4 ; (Klik DISINI)
WA 5 ; (Klik DISINI)
WA 6 ; (Klik DISINI)
WA 7 ; (Klik DISINI)
WA 8 ; (Klik DISINI)
WA 9 ; (Klik DISINI)
WA 10 ; (Klik DISINI)
WA 11 ; (Klik DISINI)
WA 12 ; (Klik DISINI)
WA 13 ; (Klik DISINI)
WA 14 ; (Klik DISINI)
WA 15 ; (Klik DISINI)
WA 16 ; (Klik DISINI)
Pengumuman WA #1 ;(Klik DISINI)
Pengumuman WA #2 ;(Klik DISINI)
Telegram ; (Klik DISINI)
Bip ; (Klik DISINI)
Halaman FB (Klik DISINI)